PARADIGMA PSIKOLOGI KEPRIBADIAN TRAIT

    Sebelum saya membahas tentang PARADIGMA PSIKOLOGI KEPRIBADIAN TRAIT itu sendiri, apakah anda mengetahui apa itu arti PARADIGMA, PSIKOLOGI, KEPRIBADIAN, dan TRAIT?

download

    Saya akan mengulik sedikit tentang pengertian dari paradigma, psikologi, kepribadian, dan trait. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, PARADIGMA (pa·ra·dig·ma) adalah daftar semua bentukan dari sebuah kata yang memperlihatkan konjugasi dan deklinasi kata tersebut;  model dalam teori ilmu pengetahuan; kerangka berpikir. Arti PSIKOLOGI menurut kamus besar bahasa Indonesia, psikologi (psi·ko·lo·gi) adalah ilmu yg berkaitan dengan proses mental, baik normal maupun abnormal dan pengaruhnya pada perilaku; ilmu pengetahuan tentang gejala dan kegiatan jiwa.

kepribadian-130514041835-phpapp02-thumbnail-4

kepribadian-11

    KEPRIBADIAN adalah suatu karakter yang dimiliki oleh setiap individu. Setiap individu memiliki kepribadian berbeda-beda. Oleh karena itu, manusia bersifat unik.

teori-trait-allport-abhidamma-filsafat-timur-filsafat-barat-2-638

Sedangkan, TRAIT adalah sifat respon yang senada terhadap kelompok stimuli yang mirip, berlangsung dalam kurun waktu yang relaif lama.

     Dalam TEORI-TEORI KEPRIBADIAN, kepribadian terdiri dari konsep trait dan konsep tipe. TRAIT dijelaskan sebagai konstruk teoritis yang menggambarkan unit/dimensi dasar dari kepribadian sesorang, trait menggambarkan konsistensi respon seseorang dalam situasi yang berbeda-beda. Sedangkan tipe adalah pengelompokan bermacam-macam trait. Dibandingkan dengan konsep trait, tipe memiliki tingkat regularity dan generality yang lebih besar daripada trait. Setiap orang tentu memiliki kepribadian yang berbeda-beda, ada yang positif dan ada pula yang negatif. TEORI TRAIT merupakan TEORI KEPRIBADIAN yang didasari oleh beberapa asumsi, yaitu trait merupakan pola konsisten dari pikiran, perasaan, atau tindakan yang membedakan seseorang dari yang lain. Sehingga trait relatif stabil dari waktu ke waktu dan konsisten dari situasi ke situasi. Trait merupakan kecenderungan dasar yang menetap selama kehidupan, namun karakteristik tingkah laku dapat berubah karena adanya proses adaptif, perbedaan kekuatan, dan kombinasi dari trait yang sudah ada.

trait

     TEORI TRAIT dimunculkan pertama kalinya oleh Gordon W. Allport. Selain Allport, terdapat dua orang ahli lain yang mengembangkan teori ini. Mereka adalah Raymond B. Cattell dan Hans J. Eysenck. Allport mengenalkan istilah CENTRAL TRAIT, yaitu kumpulan kata-kata yang biasanya digunakan oleh orang untuk mendeskripsikan individu. Allport percaya bahwa TRAIT menyatukan dan mengintegrasikan perilaku seseorang dengan mengakibatkan seseorang melakukan pendekatan yang serupa (baik tujuan ataupun rencananya) terhadap situasi-situasi yang berbeda. Sama seperti Allport, Cattell juga percaya bahwa kata-kata yang digunakan seseorang untuk menggambarkan dirinya dan orang lain adalah petunjuk penting kepada struktur kepribadian. Perbedaan mendasar antara Allport dan Cattell adalah bahwa Cattell percaya kepribadian dapat digeneralisir. Yang harus dilakukan adalah dengan mencari trait dasar atau utama dari ribuan trait yang ada.

   KEPRIBADIAN TRAIT dipandang sebagai dimensi yang kontinu, TRAIT tidak hanya mengkategorikan fisik tubuh menjadi tiga tipe yang murni namun menilai mereka pada tiga dimensi. Kita mungkin menilai seseorang berdasarkan skala inteligensia, stabilitas emosional, agresivitas, dsb. Kita menggunakan trait versi awam jika kita secara informal menggambarkan diri kita dan orang lain dengan kata sifat  seperti agresif, berhati-hati, mudah marah, dan cerdas. Ahli psikologi trait mencoba melangkah lebih jauh dari KONSEP KEPRIBADIAN TRAIT kita sehari-hari. Mereka mencoba sampai pada sejumlah descriptor trait yang kecil dan mudah diatur yang dapat mencakup berbagai macam kepribadian manusia untuk membuat cara menilai trait kepribadian yang dapat diandalkan (abash) serta menemukan hubungan didalam trait-trait dan antara trait dengan perilaku spesifik. Hal ini berfungsi untuk mengintegrasikan kebiasan, sikap, dan keterampilan kepada pola-pola berpikir, merasa, dan bertindak.

    Sekian penjelasan tentang PARADIGMA PSIKOLOGI KEPRIBADIAN TRAIT dari saya, semoga bermanfaat untuk kita semua.

Referensi: Iyus Yosep (2014), Pengantar Psikologi Dasar & Kepribadian. Alwisol. 2004. Psikologi Kepribadian. Jakarta: UMM Press. http://kbbi.webid/ diakses pada tanggal 01 Desember 2014 pukul 10.55 WIB. http://rumahbelajarpsikologi.com/ diakses pada tanggal 01 Desember 2014 pukul 11.00 WIB. Yusuf, Syamsu LN, dan Juntika A. 2007. Teori Kepribadian. Bandung: Remaja Rodakarya.

http://personalityyuniar.wordpress.com/ diakses pada tanggal 02 Desember 2014 pukul 14.00 WIB.

Iklan

PARADIGMA PSIKOLOGI KEPRIBADIAN TRAIT

    Sebelum saya membahas tentang PARADIGMA PSIKOLOGI KEPRIBADIAN TRAIT itu sendiri, apakah anda mengetahui apa itu arti PARADIGMA, PSIKOLOGI, KEPRIBADIAN, dan TRAIT?

download

    Saya akan mengulik sedikit tentang pengertian dari paradigma, psikologi, kepribadian, dan trait. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, PARADIGMA (pa·ra·dig·ma) adalah daftar semua bentukan dari sebuah kata yang memperlihatkan konjugasi dan deklinasi kata tersebut;  model dalam teori ilmu pengetahuan; kerangka berpikir. Arti PSIKOLOGI menurut kamus besar bahasa Indonesia, psikologi (psi·ko·lo·gi) adalah ilmu yg berkaitan dengan proses mental, baik normal maupun abnormal dan pengaruhnya pada perilaku; ilmu pengetahuan tentang gejala dan kegiatan jiwa.

kepribadian-130514041835-phpapp02-thumbnail-4

kepribadian-11

    KEPRIBADIAN adalah suatu karakter yang dimiliki oleh setiap individu. Setiap individu memiliki kepribadian berbeda-beda. Oleh karena itu, manusia bersifat unik.

teori-trait-allport-abhidamma-filsafat-timur-filsafat-barat-2-638

Sedangkan, TRAIT adalah sifat respon yang senada terhadap kelompok stimuli yang mirip, berlangsung dalam kurun waktu yang relaif lama.

     Dalam TEORI-TEORI KEPRIBADIAN, kepribadian terdiri dari konsep trait dan konsep tipe. TRAIT dijelaskan sebagai konstruk teoritis yang menggambarkan unit/dimensi dasar dari kepribadian sesorang, trait menggambarkan konsistensi respon seseorang dalam situasi yang berbeda-beda. Sedangkan tipe adalah pengelompokan bermacam-macam trait. Dibandingkan dengan konsep trait, tipe memiliki tingkat regularity dan generality yang lebih besar daripada trait. Setiap orang tentu memiliki kepribadian yang berbeda-beda, ada yang positif dan ada pula yang negatif. TEORI TRAIT merupakan TEORI KEPRIBADIAN yang didasari oleh beberapa asumsi, yaitu trait merupakan pola konsisten dari pikiran, perasaan, atau tindakan yang membedakan seseorang dari yang lain. Sehingga trait relatif stabil dari waktu ke waktu dan konsisten dari situasi ke situasi. Trait merupakan kecenderungan dasar yang menetap selama kehidupan, namun karakteristik tingkah laku dapat berubah karena adanya proses adaptif, perbedaan kekuatan, dan kombinasi dari trait yang sudah ada.

trait

     TEORI TRAIT dimunculkan pertama kalinya oleh Gordon W. Allport. Selain Allport, terdapat dua orang ahli lain yang mengembangkan teori ini. Mereka adalah Raymond B. Cattell dan Hans J. Eysenck. Allport mengenalkan istilah CENTRAL TRAIT, yaitu kumpulan kata-kata yang biasanya digunakan oleh orang untuk mendeskripsikan individu. Allport percaya bahwa TRAIT menyatukan dan mengintegrasikan perilaku seseorang dengan mengakibatkan seseorang melakukan pendekatan yang serupa (baik tujuan ataupun rencananya) terhadap situasi-situasi yang berbeda. Sama seperti Allport, Cattell juga percaya bahwa kata-kata yang digunakan seseorang untuk menggambarkan dirinya dan orang lain adalah petunjuk penting kepada struktur kepribadian. Perbedaan mendasar antara Allport dan Cattell adalah bahwa Cattell percaya kepribadian dapat digeneralisir. Yang harus dilakukan adalah dengan mencari trait dasar atau utama dari ribuan trait yang ada.

   KEPRIBADIAN TRAIT dipandang sebagai dimensi yang kontinu, TRAIT tidak hanya mengkategorikan fisik tubuh menjadi tiga tipe yang murni namun menilai mereka pada tiga dimensi. Kita mungkin menilai seseorang berdasarkan skala inteligensia, stabilitas emosional, agresivitas, dsb. Kita menggunakan trait versi awam jika kita secara informal menggambarkan diri kita dan orang lain dengan kata sifat  seperti agresif, berhati-hati, mudah marah, dan cerdas. Ahli psikologi trait mencoba melangkah lebih jauh dari KONSEP KEPRIBADIAN TRAIT kita sehari-hari. Mereka mencoba sampai pada sejumlah descriptor trait yang kecil dan mudah diatur yang dapat mencakup berbagai macam kepribadian manusia untuk membuat cara menilai trait kepribadian yang dapat diandalkan (abash) serta menemukan hubungan didalam trait-trait dan antara trait dengan perilaku spesifik. Hal ini berfungsi untuk mengintegrasikan kebiasan, sikap, dan keterampilan kepada pola-pola berpikir, merasa, dan bertindak.

    Sekian penjelasan tentang PARADIGMA PSIKOLOGI KEPRIBADIAN TRAIT dari saya, semoga bermanfaat untuk kita semua.

Referensi:

Iyus Yosep (2014), Pengantar Psikologi Dasar & Kepribadian.

Alwisol. 2004. Psikologi Kepribadian. Jakarta: UMM Press.

http://kbbi.webid/ diakses pada tanggal 01 Desember 2014 pukul 10.55 WIB.

http://rumahbelajarpsikologi.com/ diakses pada tanggal 01 Desember 2014 pukul 11.00 WIB.

Yusuf, Syamsu LN, dan Juntika A. 2007. Teori Kepribadian. Bandung: Remaja Rodakarya.

http://personalityyuniar.wordpress.com/ diakses pada tanggal 02 Desember 2014 pukul 14.00 WIB.